Tebing Sungai Batang Lolo Terkikis, Sutet PLN dan TPU Pemkab Agam Terancam, Ini Arahan Bupati

Tebing longsor
Bupati Agam, Andri Warman, tinjau titik longsor sungai Batang Lolo, Sungai Jaring, Lubuk Basung.

Lubuk Basung, Kurenah.com — Bupati Agam, Andri Warman, tinjau titik longsor tebing pebukitan aliran sungai Batang Lolo, Sungai Jariang, Nagari Persiapan Sungai Jariang, Lubuk Basung Selasa (21/2/2023).

Penanganan darurat itu, diminta segera dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya ancaman terjangan arus deras sungai besar tersebut.

Dalam fase tiga tahun terakhir, sudah mengikis bagian tebing yang mengancam kawasan perkampungan penduduk, tower SUTET PT PLN dan kompleks TPU Pemkab Agam di Kampuang Baru, RK Sungai Jariang itu.

Bupati Agam, Andri Warman yang sengaja menyisir aliran sungai Batang Lolo, mulai dari jalur masuk di lokasi pengambilan pasir sampai ke dua titik yang terdampak cukup parah akibat longsor, baik di bawah tebing lokasi SUTET yang nyaristerban tergerus longsor dan di bawah lokasi kompleks TPU Pemkab Agam.

Baca Juga  Sikapi Fenomena Sosial di Pdg.Pariaman, Bupati Sentil Sikap Egois Kepala Perangkat Daerah

“Saya minta hal ini ditangani segera. Kaji secara tekhnis proses normalisasi awal, kembalikan alur sungai ke posisi semula, sehingga sungai Batang Lolo berada di jalurnya,” tegasnya.

Disebutkan juga, pengikisan tebing di sepanjang kawasan yang longsor itu, akibat pindahnya aliran sungai saat air membesar, sehingga menghantam dinding tebing yang memicu longsoran tanah.

“Kita akan lakukan antisipasi segera, karena hal ini sangat berbahaya bagi masyarakat. Saya minta, tim tekhnis lakukan kajian, dan harus dikerjakan segera, “ucapnya.

Sesuai laporan warga, pengikisan dinding tebing di dua lokasi yang saat ini amblas, bahkan sudah lebih 100 meter itu, sudah terjadi sekitar 3 tahun terakhir, bahkan hingga saat ini, potensi longsor masih terus terjadi, sehingga harus dilakukan langkah-langkah penanganan darurat segera.

Baca Juga  Sekjen Kemendagri Ingatkan Pejabat Publik

Andri Warman bersama rombongan tinjau lokasi itu dengan berjalan kaki sejauh lebih dari 1 km, menyusuri perkebunan kelapa sawit sebelum sampai di dua titik yang terdampak longsor tersebut. (vn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *