Bima Sakti Ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-17 2023

Bima Sakti Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-17 2023
Bima Sakti. | Foto istagram bima sakti

Jakarta, Kurenah.com – Bima Sakti telah diumumkan sebagai pelatih timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-17 2023. Penunjukan Bima Sakti ini dikonfirmasi oleh Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir.

“Kami akan memberikan kesempatan kepada Coach Bima Sakti,” kata Erick saat ditanya mengenai pelatih timnas Indonesia dalam Piala Dunia U-17, pada Sabtu (24/6/2023).

Namun, Erick tidak menyebutkan siapa yang akan mendampingi Bima Sakti. Ia menyatakan penunjukan asisten untuk Bima Sakti akan dibahas bersama dengan Komite Eksekutif (Exco).

“Nanti kami akan membahasnya di tingkat Exco, pasti akan ada asisten karena ini adalah kejuaraan dunia,” ujarnya, seperti dikutip dari detiksport.

Bima Sakti dipilih karena Erick ingin memberdayakan bakat-bakat pelatih muda yang dimiliki oleh Indonesia saat ini. Terlebih lagi, Bima Sakti yang saat ini berusia 46 tahun pernah meraih gelar juara Piala AFF U-16 2022.

Baca Juga  Dirut PT LIB: Liga 2 Bergulir September 2023, Boleh Menggunakan Pemain Asing

“Kita membutuhkan pelatih-pelatih muda. Di kepengurusan Shin Tae-yong, ada Coach Nova (Arianto) dan pelatih-pelatih baru lainnya, dan di kepengurusan Indra juga ada Coach Kurniawan,” katanya.

Selain itu, Erick juga telah memulai persiapan untuk timnas, mengingat tinggal empat bulan lagi waktu yang tersisa.

“Kami akan mengirimkan tim terbaik, siapapun mereka. Itulah mengapa kami akan melakukan seleksi pemain di sembilan kota dan mengadakan latihan di Eropa. Kami ingin menciptakan tim terbaik. Kapan lagi kita mendapatkan kesempatan bermain di Piala Dunia? Meskipun sebagai tuan rumah, siapa tahu hasilnya akan baik,” tambah Erick Thohir.

Baca Juga  Jumlah Penonton Piala Dunia U-17 di Indonesia Lampaui Target FIFA

Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. FIFA memutuskan agar Indonesia menggantikan Peru yang dianggap belum siap dari segi infrastruktur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *