Agam Dilanda Banjir dan Longsor, Tanjung Raya Terparah

Agam Dilanda Banjir dan Longsor, Tanjung Raya Terparah, Tanjung Sani Terkurung
Warga mengungsi ke masjid.

Agam, Kurenah.com – Dampak curah hujan yang tinggi sejak Kamis sore di Agam, memicu terjadinya bencana. Hingga pukul 01.30 WIB, Jumat (14/7/2023) dini hari, tercatat telah terjadi 12 titik longsor yang di Nagari Tanjung Sani.

Data sementara yang diperoleh media ini dampak terparah dialami warga di Jorong Pantas, Jorong Pandan, Jorong Sigiran dan Jorong Muko-Muko, yang menyebabkan serangkaian kerusakan, tidak hanya sarana jalan, tapi juga jembatan dan rumah warga ikut ambruk.

Hingga Jumat dini hari tadi, sudah tiga rumah warga yang rusak parah dihantam longsor, masing-masing dua rumah di Jorong Muko-Muko yang penghuninya sudah diungsikan ke Masjid Antokan, dan satu rumah di Jorong Sigiran termasuk kantor walijorong.

Saat ini, ruas jalan propinsi Lubuk Basung-Maninjau, tidak bisa dilewati kendaraan karena badan jalan dipenuhi material longsor dan digenangi banjir lumpur. Bahkan, petugas gabungan penanganan bencana, juga kesulitan untuk menembus titik-titik yang terdampak longsor saat ini.

Baca Juga  Derap Langkah Pasukan Pengibar Bendera Agam Lambangkan untuk Indonesia Maju

Menurut informasi, mulai dari kawasan Muko-Muko ke arah Sigiran, tidak bisa dilewati, karena jalan sudah tertutup longsor di 11 titik dengan volume yang sangat besar. Yang terparah di Jorong Pantas, longsor terjadi di kiri-kanan jalan, sehingga untuk proses evakuasi dan penyelamatan warga pun, sangat kesulitan, sehingga untuk proses pengungsian harus menggunakan perahu penyelamat.

Dari pantauan, hampir setiap jorong di Nagari Tanjung Sani terkurung longsor, akibat terjangan banjir bandang, bahkan, warga yang kuatir akan ancaman banjir bandang dan longsor.

Warga memilih menyelamatkan diri di atas karamba jaring apung ( KJA) yang berada tak jauh dari tepian danau, karena untuk mengungsi ke seberang danau, warga juga takut terbenam.

Sejauh ini, tidak diperoleh informasi adanya korban atau dampak lebih buruk lainnya yang menimpa masyarakat. Hanya saja, potensi longsor dan banjir bandang susulan, dikuatirkan masih berpotensi terjadi, mengingat hujan lebat disertai angin kencang masih mendera wilayah salingka danau Maninjau itu.

Baca Juga  Kecelakaan di Dharmasraya, Penumpang Mobil Luka-luka

Camat Tanjung Raya, Roza Syafdefianti kepada wartawan mengatakan, bencana yang terjadi Jumat dini hari ini, luar biasa, bahkan banyak titik longsor yang terjadi. Bahkan, dilaporkan warga berbagai jorong di Nagari Tanjung Sani, “ galodo “ atau banjir bandang terjadi hampir di setiap jorong, akibat curah hujan yang sangat tinggi.

“Mudah-mudahan hujan segera reda, sehingga kita bisa menembus lokasi-lokasi terdampak, karena saat ini, di beberapa titik akses jalan tertutup longsor, sehingga belum bisa dijangkau, “jelas Roza. (vn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *