Bencana Agam, Koto Malintang dan Tanjung Sani Terparah, Jalan Provinsi Tertutup Banjir dan Longsor

Bencana Agam, Koto Malintang dan Tanjung Sani Terparah, Jalan Provinsi Tertutup Banjir dan Longsor
Petugas BPBD Agam dan warga membersihkan material banjir di jalan provinsi Lubuk Basung-Maninjau.

Agam, Kurenah.com – Tingginya curah hujan disertai angin kencang yang mendera wilayah Tanjung Raya sejak Kamis sore hingga Jumat (14/7/2023) ini, memicu bencana besar di dua nagari masing-masing Nagari Koto Malintang dan Nagari Tanjung Sani.

Menurut data yang diperoleh media ini, Nagari Koto Malintang tercatat dua lokasi cukup parah terdampak masing-masing di Jorong Alai yang terdampak longsor yang menutupi jalur jalan provinsi, dan di Jorong Muko-Muko, longsor terjadi di lima titik yang menyebabkan akses jalan tertutup material, dan menyebabkan dua rumah warga rusak parah, banyak puluhan warga mengungsi ke Masjid Antokan di Muko-Muko.

Sementara itu, di Nagari Tanjung Sani, seluruh jorong yang ada di nagari tersebut, didera bencana longsor dan banjir bandang.
Berdasarkan data yang ada, longsor terjadi di Jorong Pandan, Jorong Sigiran, Jorong Sungai Tampang, Jorong Pantas di 3 titik, yang merusak saluran irigasi kantor nagari, jembatan kuning dan Sarojo.

Baca Juga  Jajan Permen, Tujuh Pelajar SDN 04 Rawang Pariaman Keracunan

Kemudian di Jorong Batunanggai yang menyebabkan akses jalan tertutup material longsor, dan menyebabkan satu rumah warga rusak parah, kemudian di Jorong Sungai Tampang, dampak longsor yang terjadi di banyak titik, bahkan di kiri-kanan jalan menyebabkan warga terisolasi, bahkan warga yang ketakutan memilih mengungsi di atas karamba dan mesjid terdekat.

“Saat ini kami masih belum bisa menjangkau seluruh lokasi, karena curah hujan masih sangat tinggi, dikuatirkan potensi banjir dan longsor masih akan terjadi, “ucap Roza Syefridienti, camat Tanjung Raya yang berada di lapangan.

Sementara itu, Bambang Warsito, Kepala BPBD Agam membenarkan hal tersebut, tim gabungan kebencanaan yang sudah bergerak ke lokasi kejadian belum sepenuhnya bisa menembus lokasi, sebab masih sangat rawan dan potensi bencana longsor dan luapan masih dikuatirkan akan terjadi, akibat curah hujan masih tinggi.

Bambang Warsito menjelaskan, pihaknya bersama tim gabungan menyiapkan dukungan perangkat penanganan di lapangan, termasuk menurunkan speedboat, perahu karet dan kapal penyelamat untuk mengevakuasi warga.

Baca Juga  Akses ke Tanjung Sani Mulai Terbuka, Jalan yang Tertimbun Longsor Berangsur-angsur Pulih

“Kita terus memantau perkembangan di lapangan, kita prioritas penyelamatan warga, termasuk memantau kondisi warga yang menyelamatkan diri di atas karamba dan yang mengungsi di masjid sekitar, “jelasnya.

Sampai saat ini berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai pihak dampak bencana yang terjadi Jumat dini hari di wilayah Tanjung Raya cukup parah.

Tercatat sebanyak 14 lokasi titik longsor terjadi di dua nagari tersebut. (vn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *