Kembangkan SMK Negeri Kesehatan Akabiluru, Gubernur Sumbar Bakal Bangun 6 Lokal Baru

Kembangkan SMK Negeri Kesehatan Akabiluru, Gubernur Sumbar Bakal Bangun 6 Lokal Baru
Gubenur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat mengunjungi SMK Negeri Kesehatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Limapuluh Kota, Kurenah.com – Hari sudah menunjukkan pukul 12.00 WIB. Terlihat sejumlah siswa smk berpakaian putih abu-abu bersama guru-guru berdiri berbaris di halaman sebuah sekolah di Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Mereka berbaris di depan bangunan sekolah yang kondisi cukup memprihantinkan. Sekolah itu adalah SMK Negeri Kesehatan Akabiluru.

Bangunan sekolah itu hanya terdiri dari empat lokal. Sementara di sampingnya ada bangunan yang digunakan untuk kantor sekolah. Kondisi bangunannya juga cukup memprihatinkan. Salah satu tiang pondasi rusak. Bangunan cat sekolah juga sudah mulai memudar. Tidak ada plang merek sekolah, yang ada hanya spanduk yang sudah usang.

Siswa yang berbaris menanti kedatangan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, Senin (24/7/2023) siang.

Kehadiran Mahyeldi bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, dr Lila Yanwar dan Sekda Kabupaten Limapuluh Kota, Widya Putra, Camat Akabiluru dan jajaran diharapkannya sebagai solusi atas permasalahan yang sedang dialami sekolah tersebut.

Saat mengunjungi sekolah itu, Mahyeldi terlihat begitu serius memperhatikan bangunannya dan menanyakan langsung kondisi sekolah saat ini kepada Kepala SMK Negeri Kesehatan, Resmita.

Setelah mendapat informasi lengkap, Mahyeldi juga terlihat menjalin komunikasi dengan siswa yang hadir dengan memberikan semangat dan motivasi belajar.

Mahyeldi bahkan menanyakan apa saja keluhan dan kebutuhan sekolah kepada siswa yang harus dipenuhi. Pada kesempatan itu siswa mengajukan aspirasi berupa akses jalan, beasiswa dan akses internet. Termasuk juga kebutuhan fasilitas sekolah dan gedung bangunan yang memadai.

Baca Juga  Peluang Kerja Tamatan SMK Sangat Banyak, Gubernur Minta Kualitas Lulusan Kejuruan Ditingkatkan

Usai mendengar kebutuhan siswa tersebut, Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar akan mengembangkan SMK Negeri Kesehatan Akabiluru agar kondisinya lebih baik ke depan.

“Pengembangan yang dilakukan, tahun 2023 ini sedang proses tender untuk pembangunan gedung sekolah. Diharapkan Agustus sudah ada perjanjian kerjasama (PKS) dan segera dimulai pembangunan. Ditargetkan tahun ini akan selesai pembangunannya,” ungkap Mahyeldi.

Mahyeldi mengatakan, ada enam lokal yang akan dibangun dengan bangunan terpisah. Selain itu juga akan dibangun fasilitas labor dan kantor guru. Sementara, bangunan yang lama yang jadi lokal saat ini akan dijadikan asrama.

“Secara bertahap kelengkapan sekolah akan dilengkapi,” ungkapnya.

Mahyeldi mengatakan, dari informasi Kepala SMK Negeri Kesehatan Sumbar, banyak calon siswa dari berbagai daerah di Sumbar yang berkeinginan sekolah di sini. Karena itu, perlu difasilitasi.

“SMK Kesehatan ini ada jurusan untuk tenaga asisten perawat dan apoteker. Tenaga di bidang ini kebutuhannya sangat tinggi. Pelayanan kesehatan dan keperawatan juga butuh asisten. Bisa juga tamatannya jadi pengusaha untuk lakukan pelayanan kesehatan. Karena itu peminatnya banyak,” terangnya.

Selain melengkapi fasilitas sekolah, juga perlu disiapkan tenaga gurunya. Saat ini menurut Mahyeldi, tenaga gurunya cukup memadai, tapi banyak diantaranya yang masih berstatus tenaga honor.

Baca Juga  Transformasi Terminal, dari Simbol Transportasi hingga Pusat Perbelanjaan, Kisah Perubahan di Kota Padang

“Ini akan dievaluasi, kalau bangunan selesai, siswa banyak, akan kita siapkan gurunya. Itu yang akan kita jadikan catatan ke depan. Sementara akses jalan ke sekolah tentu tanggungjawab Bupati Limapuluh Kota nanti,” terangnya.

Kepala SMK Negeri Kesehatan, Resmita mengatakan, SMK Negeri Kesehatan Akabiluru berdiri pada tahun ajaran 2022/2023. Jumlah siswanya saat ini sebanyak 45 siswa yang terbagi dua jurusan, yakni jurusan farmasi dengan layanan kesehatan.

Untuk kelas 10, jumlah siswanya sebanyak 23 siswa dengan jurusan farmasi. Sementara kelas 11 sebanyak 22 siswa dengan satu jurusan layanan kesehatan.

Resmita mengatakan, saat ini yang sangat dibutuhkan sekolah ini adalah fasilitas dan bangunan yang memadai serta tenaga pengajar yang kompeten bidang kesehatan. (*/gp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *