Mengarungi Zaman, Bus NPM Menuju Satu Abad Kejayaan

Mengarungi Zaman, Bus NPM Menuju Satu Abad Kejayaan
Bus NPM

KURENAH.COM – Tanpa terasa, usia bus NPM kini tengah menuju satu abad. Perusahaan otobus tersebut berdiri sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada 1937. Sebuah perjalanan panjang yang tidak mudah untuk dilalui, mengingat usia perusahaan ini hampir mencapai satu abad.

Bus NPM telah mampu bertahan di tengah berbagai rintangan dan kini bisa disebut sebagai salah satu perusahaan otobus tersukses. Perusahaan ini terus melayani masyarakat dengan rute ke berbagai kota dari Sumatera Barat, termasuk Jambi, Medan, Jakarta, dan Bandung.

Surat ketetapan perusahaan NPM diterbitkan pada 1948, dan masih menggunakan bahasa Belanda. NPM bukan hanya perusahaan otobus tertua di Sumatera Barat, tetapi juga di Indonesia.

Saat ini, perusahaan otobus NPM dipimpin oleh Angga Vircansa Chairul, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT NPM sejak tahun 2009. “Sebagai PO bus tertua, kami telah menjalani masa pasang surut, mulai dari krisis moneter pada 1998 hingga awal 2000-an yang turut memukul bisnis transportasi,” kata Angga dikutip dari PerpalZ TV.

Baca Juga  Bus Gunung Harta, Raja Transportasi Jakarta-Bali dengan Livery Ikonik

Menurut Angga, PO NPM mencapai masa kejayaannya pada 1990-an dengan rute Padang-Bukittinggi. Pada era itu, NPM dapat memberangkatkan 40 bus setiap hari dengan tujuh jadwal keberangkatan. Namun, masa kejayaan tersebut harus kandas ketika krisis moneter melanda Indonesia pada 1998 hingga awal 2000-an, yang juga berdampak pada bisnis transportasi.

Pada 1990-an, perusahaan ini pernah memiliki armada sebanyak 101 bus, namun akibat krisis moneter, jumlah unitnya tersisa menjadi sekitar 40-an karena banyak yang dijual untuk menutup biaya operasional.

Baca Juga  PO Yanti Group, Raja Transportasi dan 'Raja' Paket Sumbar-Riau

Kini, NPM kembali menemukan kejayaannya. Setiap hari, perusahaan ini dapat memberangkatkan lima hingga enam unit bus ke Jakarta dan sekitarnya maupun sebaliknya. Bus NPM memiliki kelas eksekutif dan Sutan Class, serta divisi pariwisata yang dinamai Vircansa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *