Pelipur Lara Menjelang Tidur, Musik Minang di Perjalanan Bus Sumbar

Pelipur Lara Menjelang Tidur, Musik Minang di Perjalanan Bus Sumbar
Bus NPM.

KURENAH.COM – Bus Sumbar dikenal akan suasana perjalanannya yang disertai musik Minang sebagai pengiring setia.

Lagu-lagu favorit dari artis seperti Fauzana, Rayola, dan David Istambul sering mengisi playlist perjalanan, menghadirkan nostalgia akan kampung halaman.

Setiap lagu, seperti ‘Pulanglah Uda’ atau ‘Elok-elok Uda di Rantau’, mampu menggetarkan hati penumpang yang baru saja berpisah dengan kampung halaman mereka.

Malam hari, suasana musik bergeser ke album-album nostalgia yang menemani penumpang dalam perjalanan mereka, seringkali menjadi pelipur lara sebelum tidur.

Meski begitu, pengalaman naik bus Sumbar tidak hanya soal musik. Perjalanan darat memberikan kesempatan unik untuk melihat keindahan alam dan kehidupan masyarakat sepanjang rute.

Baca Juga  Informasi Penting bagi Sopir Bus Padang-Jakarta, Tol Jakarta-Tangerang Mulai Juli Ini Diperbaiki, Waspadai Kemacetan

Ini menjadi pilihan yang lebih ekonomis daripada membawa kendaraan sendiri atau menggunakan pesawat terbang.

Meskipun beberapa bus memutar musik kencang di malam hari, ada juga yang memilih untuk memberikan kesempatan penumpang untuk beristirahat dengan tenang tanpa musik berisik.

Pengalaman naik bus Sumbar tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas perjalanan bagi warga, seperti yang diungkapkan oleh Nurman, seorang warga Padang yang sering melakukan perjalanan ke Jakarta dengan bus ANS.

Musik dan perjalanan dengan bus Sumbar tidak hanya sekadar transportasi, tetapi juga membawa penumpang pada perasaan yang mendalam akan arti pulang-pergi antara kampung halaman dan tanah rantau. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *