Prodi Kedokteran dan Kebidanan Unand adakan Pengabdian Masyarakat Terkait Stunting di Padang Selatan

Prodi Kedokteran dan Kebidanan Unand adakan Pengabdian Masyarakat Terkait Stunting di Padang Selatan
Tim pengabdian masyarakat prodi kedokteran dan kebidanan Unand.

KURENAH.COM – Program Studi S1 Kedokteran dan S1 Kebidanan Angkatan 2020 (Semester 4) yang tergabung dalam mata kuliah Family Oriented Medicine Education (FOME), Interprofesional Education (IPE) dan Karakter Andalasian (KA) adakan pengabdian masyarakat terkait stunting, di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Pengabdian kepada masyarakat dilatarbelakangi salah satunya adalah ditemukannya data hasil pembinaan keluarga oleh mahasiswa selama kegiatan FOME, IPE, KA Lapangan balita yang stunting (balita pendek dan atau dengan gangguan perkembangan).

Untuk menurunkan angka stunting tersebut dengan adanya keluarga binaan mahasiswa yang kategori masa prakonsepsi dan kehamilan, maka tema pengabdian saat ini adalah pencegahan dan penanganan lanjutan stunting pada balita yang telah ditemukan kasus tersebut.

Sebanyak 373 mahasiswa dan iInstruktur mata kuliah berpartisipasi pada kegiatan itu.

Menurut Prof.dr.Nur Indrawaty Lipoeto, M.Sc, PhD, terkait stunting pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, asamurat, kolesterol, serta konsultasi gratis terkait kesehatan, sangat diperlukan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur bagian kemahasiswaan, Dr. Netti Suharti, M.Kes, Ketua FOME, IPE dan KA Lapangan, para instruktur, ibu-ibu kader, camat dan lurah dan yang mewakili, kader serta masyarakat Mata Air, Kecamatan Padang Selatan.

Baca Juga  Resmikan TV Commercial 'Tambuah Ciek' Sandiaga Uno: Keren Banget!

Antusiame dari masyarakat tampak dengan adanya interaktif tanya jawab dari masyarakat kepada pemateri, baik terkait pencegahan stunting dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, maupun perbandingan kehidupan anak dahulu yang bisa dikategorikan stunting namun tetap berhasil saat ini.

Terkait gizi pada balita, ibu hamil juga dijelaskan oleh Prof. Lipoeto sebagai salah satu langkah pencegahan dan persiapan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Adanya balita yang dideteksi dini stunting, diharapkan melakukan kunjungan pemeriksaan kesehatan kefasilitas kesehatan terdekat untuk diberikannya makanan tambahan dan pemeriksaan lanjutan. Anjuran untuk kunjungan posyandu secara rutin, dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dengan KEK.

Pengabdian masyarakat ini diakhiri dengan penutupan kegiatan mata kuliah FOME, IPE dan KA lapangan. dr. Ida Rahmah Burhan, MARS selaku ketua FOME, IPE dan KA Lapangan juga menyatakan ini merupakan kegiatan tahun ke-3 untuk FOME yang diselenggarakan secara IPE antara Prodi S1 Kedokteran dan S1 Kebidanan FK Unand.

Baca Juga  Padang Pariaman Kerja Keras, Stunting Masih Berada di 28,3 Persen

Tahun sebelumnya, dilakukan di Kecamatan Pauh. Tingginya minat masyarakat dalam menyukseskan kegiatan dapat dilihat dari cukup banyaknya masyarakat yang aktif dalam setiap rangkaian kegiatan yang ada.

Salah satu kader juga menyatakan bersyukur sekali dengan adanya kegiatan seperti ini. Adanya pemeriksaan kesehatan gratis, penambahan ilmu pengetahuan terkait stunting dan mengajak masyarakat untuk selalu mempersiapkan kehamilan agar tercegah stunting pada generasi berikutnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *