Tokoh Nasional Asal Sumbar, Pemikir dan Negarawan, Diakhir Hayat Hidup Sederhana

Tokoh Nasional Asal Sumbar, Pemikir dan Negarawan, Diakhir Hayat Hidup Sederhana
Peserta bimbingan teknis foto bersama.

Jakarta, Kurenah.com – Banyak tokoh pergerakan nasional perjuangan Indonesia dari ranah minang. Mereka tumbuh dalam dunia perpolitik yang memiliki semangat kenegarawan yang hebat.

Tidak memperkaya diri sendiri, tidak ada mengusung anak atau keluarga walaupun setelah kembali kemasyarakat mereka hidup sederhana dan miskin.

Demikian disampaikan Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, pada pembukaan bimbingan teknis DPRD Sumbar dengan tema Strategi Pemenangan Pemilu 2024 di Jakarta, Selasa (28/11/2023).

Tokoh politik dan pemimpinan Sumbar dimasa lalu itu berbuat baik dan bagaimana meninggalkan sebuah nilai-nilai berbaut banyak untuk bangsa dan negara, tanpa kepentingan pribadi atau kelompok akan tetapi mereka bekerja tulus ikhlas demi kemajuan bangsa Indonesia.

Banyak tokoh-tokoh hebat itu disaat tidak menjabat lagi mereka hidup sederhana, bahkan ada hidup dalam kemiskinan. Bagi mereka berpikir bagaimana meninggalkan sesuatu nilai rasa kebangsaan sebagai sesuatu yang dapat dikenang dalam tanggungjawab memajukan bangsa dan negara.

Dengan tema Bintek strategi pemenangan pemilu 2024, agar para DPRD jadi seorang negarawan dan saat ini tahu kondisi kekinian, dan bisa dapat kembali terpilih dan dipercaya rakyat sebagai anggota dewan lagi, bagi sebagai DPRD Provinsi maupun sukses sebagai anggota DPR RI di senayan Jakarta.

Baca Juga  Digitalic: SEO yang Baik Harus Berdampak Bagi Bisnis

Nara Sumber Bintek DPRD Sumbar, Pangi Syarwi Chaniago, seorang analis, pengamat politik, dikenal sebagai CEO, Founder, dan sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, sebuah lembaga survei dan konsultan politik nasional, mengatakan, money politik masih mendominasi untuk keterpilihan terutama pada daerah-daerah masyarakat bependapatan rendah.

“Ada di sebuah daerah bupati incamben yang secara survei menang, malah itu dengan tiga tim survei yang berbeda, namun hasil akhir kalah karena uang. Diketahui daerah tersebut tidak ada sawit, tidak ada tambang, kehidupan masyarakat ekonomi rendah, ini fakta bahwa money politik masih kuat dibeberapa daerah di Indonesia,” ujar Pangi.

Pangi Chaniago juga mengatakan, rekam jejak, politik gagasan, kerja nyata merupakan modal kuat sekitar 67 persen bagi pemilih rasional dalam keterpilihan.

Politik gagasan, pencerahan, pencerdasan dan non money politik hanya berpeluang 8 persen. Di Sumbar pemilih yang bersifat sosiologis masih mendominasi lebih 50 persen seperti, ganteng, tegas, seagama, sekampung atau bersifat premodial. Sementara untuk kepercayaan kepada partai pengusug hanya memiliki keterpilihan 13 persen.

Baca Juga  Polri Siap Amankan KTT ASEAN di Labuan Bajo

Pangi menyarankan, bagi incamben melakukan hal yang terpadu, terukur baik secara rasional, sosiologis dan kegiatan kemasyarakatan. Karena kondisi dan situasi politik itu berkembang secara dinamis disetiap daerah dan seketika dapat berbeda dari waktu sebelumnya.

Sekretariat DPRD Sumbar Raflis, menuturkan pelaksanaan Bintek DPRD Sumbar kali ini tidak diikuti oleh semua anggota dewan, karena sebelumnya anggota dewan yang lain telah melaksanakan bintek kepartaian sesuai aturan yang berlaku. (rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *