Derita Warga pada Musim Hujan, Akses Terhambat, Pemerintah Santai-santai Saja

Krisis Jalan di Pucuk Rantau, Akses Ekonomi Terhambat, Jalan Seperti Kubangan Kerbau
Warga menempuh jalan yang rusak parah seperti kubangan kerbau.

Kuansing, Kurenah.com – Dampak curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir tidak hanya merusak jalan di Singingi Hilir, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah di Desa Sungai Besar, Kecamatan Pucuk Rantau, Kuansing, Riau.

Ini mengakibatkan kesulitan lintasan bagi semua jenis kendaraan.

Edi Wandra, seorang tokoh pemuda, seperti dikutip dari Rakyatterkini.com, bahwa jalan penghubung antar desa di Kecamatan tersebut, berbatasan dengan Dharmasraya, Sumbar, sangat sulit dilalui karena rusak parah akibat hujan.

Edi mengungkapkan bahwa kondisi jalan kabupaten tersebut telah menjadi keluhan warga karena licin, berlumpur, bahkan sudah seperti kubangan kerbau. Situasi semakin memburuk karena tidak ada saluran drainase.

Baca Juga  Raih Laba Rp452 juta, Dinsos PMD Kuansing Apresiasi Prestasi BUMDes Bina Rakyat

“Di Pucuk Rantau lebih parah, khususnya pada musim hujan. Mobil jenis double gardan pun tak bisa lewat. Kondisi ini berdampak besar pada ekonomi masyarakat yang mayoritas bertani kelapa sawit. Panen mereka tidak dapat diangkut ke pabrik karena jalan tidak dapat dilalui kendaraan. Ada petani yang sudah hampir sebulan tidak memanen kelapa sawitnya,” ungkap Edi pada Jumat (12/1/2024).

Edi mendesak pemerintah untuk segera memprioritaskan perbaikan jalan poros penghubung desa di Pucuk Rantau. Ia menyoroti kurangnya perhatian terhadap perbaikan dan pemeliharaan jalan, yang seharusnya menjadi prioritas karena merupakan infrastruktur vital bagi kebutuhan masyarakat pedesaan. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *