Mengenang Adi Hazwar, Datang Basah Kuyup ke Kantor

Mengenang Adi Hazwar, Datang Basah Kuyup ke Kantor
Alm.Adi Hazwar.

KURENAH.com – Innalilahi wainna ilaihirajiun, telah berpulang ke rahmatullah wartawan Singgalang, Adi Hazwar.

Ada cerita ringan, namun penuh makna, seperti yang diceritakan Pemred Singgalang, Khairul Jasmi, dan kami kutip utuh.

Pada suatu siang beberapa tahun silam, Adi tiba di kantor, basah kuyup.

“Ini Press uangnya,” kata Adi kala itu kepada saya.

Waktu itu di Redaksi Singgalang sedang sibuk menolong anak miskin yang akan kuliah.

Uang tak punya, beasiswa seperti sekarang, belum ada. Kami berhasil membantu puluhan anak.

Uang itu donasi dari seorang notaris. Pada saat yang sama seperti pengakuannya, kemudian Adi perlu juga dana untuk uang kuliah anaknya, tapi dia diam. Ia berusaha sendiri dan tak membagi bebannya pada siapapun.

Bagi saya ini satu kehebatan. Ia bisa saja minta ke saya uang itu setengah, sebab jumlahnya banyak. Atau bisa mengadu, tapi tidak. Ia selalu menyimpan kesulitannya sendiri dan diatasi sendiri pula, ujar Pres Khairul Jasmi.

Tubuhnya basah meski pakai mantel hujan, itulah Adi, tak masalah baginya. Dia tetap saka riang.

Baca Juga  Pulang Kampung, Pelatih Timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri Temui Gubernur Sumbar

“Woi darima Kajati ko?” Kawan berkelakar Dia tersenyum. Dia bercanda.

Tak hanya bercanda tapi juga menolong. Masalah yang dihadapi, sering Adi turun tangan.

Adi Hazwar memang sosok yang selalu riang. Sepi tanpa dia. Datang dan pergi dengan motornya. Ia meliput bidang hukum dan terakhir jadi redaktur di desk tersebut.

Beritanya jernih, berimbang, tak perlu dikoreksi. Bahasanya bagus. Kadang Adi mengonsep dulu apa yang akan ditulis.

Satu hal, catatan dan rekaman aman perlu baginya, sebab liputannya di bidang hukum.

Adi sebaya saya, dunia wartawan ia lakoni sudah lama. Tinggal di Perumnas Balimbiang, kampung di Maninjau.

Hidup sederhana, selalu ceria. Kadang ia datang dalam lelah, tapi tak pernah mengeluh. Duduk depan komputer, menyelesaikan tugasnya sebagai redaktur.

Ia dekat dengan hampir dengan semua jaksa dan hakim. Ia sudah seperti keluarga oleh Antasari Azhar mantan Kajati Sumbar.

Adi punya kawan sesama desk hukum yang meliput di kejaksaan dan pengadilan. Di Singgalang kawannya di desk itu pada awalnya adalah Darmansyah.

Kemudian Adi menjadi senior yang selalu menjadi sahabat bagi wartawan muda di desk tersebut.

Baca Juga  Pergantian Tahun, Sumbar Aman dan Kondusif

Pada suatu hari kemudian didapat kabar, Adi sakit. Sesakit-sakitnya, ia masih saja masuk kantor. Tugasnya ia kerjakan juga padahal sudah dilarang. Ia seorang yang totalitas.

Namun, akhirnya Adi menyerah seiring dengan masuknya masa pensiun sebagai karyawan Singgalang. Sebagai wartawan Adi terus saja bekerja, memang begitulah wartawan.

Kawan kami ini, orang yang kaya akan jiwa sabar dan humor. Juga pengetahuan. Ia sukses mendidik anaknya, yang salah seorang sudah jadi jaksa.

Selamat jalan kawan, kami kehilangan. (kj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *