Sumbar  

Awas! Lato-lato Berbahaya, Awasi Anak-anak Saat Bermain

Permainan Lato-lato
Ilustrasi lato-lato.

Padang, Kurenah.com – Teng..teng..teng. Begitulah suara permainan lato-lato di kawasan perumahan di berbagai daerah, termasuk kota Padang.

Permainan asal Amerika itu, kini sedang tren di kalangan anak-anak, bahkan orang dewasa.

Dari satu sisi, permainan lato-lato ini ada juga dampak positifnya, yakni bisa mengurangi anak-anak bermain game di android.

Namun, dibalik itu, bisa juga membahayakan bagi anak-anak dan orang sekitarnya. Misalnya ketika bandulnya pecah maka serpihannya bisa membahayakan, atau saat bandulnya copot bisa mengenai benda sekitarnya.

Seperti yang terjadi di Kalimantan Barat, ada anak-anak yang menjadi korban akibat permainan lato-lato tersebut.

Seorang anak inisial AN berusia 8 tahun warga Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat harus menjalani operasi pada matanya.

Baca Juga  Upaya Pemprov Sumbar dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dipuji Ketua KND

Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut pada 27 Desember lalu matanya terkena serpihan lato-lato yang dimainkannya, sehingga harus dirujuk di RSUD Dr Soedarso Pontianak.

Operasi mata AN sendiri telah berjalan dengan lancar, namun bocah tersebut hingga saat ini dikabarkan masih harus menggunakan obat tetes mata.

Penglihatannya sejak operasi hingga saat ini masih belum sempurna, masih kabur.

Meski tidak melarang anak-anak bermain Lato-lato, namun diimbau pada orangtua tetap mengawasi anak-anak saat bermain.

“Ada juga manfaatnya bermain lato-lato,” kata Eni, seorang ibu rumah tangga di Padang, Senin (9/1/2023).

Keasyikan memainkan lato-lato adalah ketika berhasil membenturkan dua bandulnya dalam posisi seimbang secara berulang-ulang.

Permainan ini tak hanya seru karena menantang keseimbangan dan konsentrasi, namun juga menghasilkan suara yang berisik yang bisa membuat candu penggunanya.

Baca Juga  Pukat Harimau Masih Marak, Dinas Perikanan Pesisir Selatan Bertindak

Bermain lato-lato juga melatih konsentrasi anak, namun dibutuhkan perhatian dan pengawasan.

Permainan ini terbilang murah, di kedai-kedai mainan dijual dengan harga mulai Rp7.000, 10,000 hingga 15.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *