Pacu Jawi Tradisi Masyarakat yang Harus Dilestarikan

Pacu Jawi
Peserta pacu jawi menuju arena perlombaan. | Foto rakyatterkini.com

Tanah Datar, Kurenah.com – Alek pacu jawi (sapi) merupakan tradisi masyarakat yang sudah ada sejak dari nenek moyang dulu. Untuk itu dijaga dan dilestarikan.

Ini disampaikan oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, saat membuka alek anak nagari Pacu Jawi di sawah Dampiang Nagari Parambahan Kecamatan Lima Kaum, Sabtu (4/2/2023).

Bupati juga mengatakan pemerintah Kabupaten Tanah Datar melalui dinas terkait juga akan terus mempromosikan alek Pacu Jawi, dan salah satu yang dilakukan oleh Pemda Tanah Datar adalah dengan membuat agenda wisata Tanah Datar.

Terkait dengan permintaan Wali Nagari Parambahan untuk membangun kapalo banda di nagari tersebut, Bupati Eka Putra berjanji pada tahun ini sesuai keinginan masyarakat akan segera dibangun.

Baca Juga  91 Guru Penggerak Dikukuhkan Bupati Tanah Datar

Wali Nagari Parambahan Robi Yasdi menyampaikan area persawahan di nagari Parambahan luasnya sekitar 100 hektare, namun saat ini kondisinya masih banyak yang sawah tadah hujan.

Tokoh masyarakat, yang juga Bupati Tanah Datar sisa masa jabatan 2020-2021 H. Zuldafri Darma. Menurutnya sebanyak 70% sawah masyarakat di nagari Parambahan merupakan sawah tadah hujan.

Sementara terkait dengan olahraga pacu jawi, Zuldafri Darma mengatakan sangat erat kaitannya dengan adat dan budaya masyarakat, dan melalui alek pacu jawi Tanah Datar semakin dikenal dan dikunjungi oleh wisawatan mancanegara. (farid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *