Jembatan Bailey Selesai, Jalan Menuju Ombilin Sudah Bisa Dilewati

Jembatan Darurat Selesai, Jalan Menuju Ombilin Sudah Bisa Dilewati
Jembatan bailey selesai dibangun.

KURENAH.COM – Sebanyak lima jembatan bailey selesai dibangun setelah beberapa waktu lalu terputus akibat banjir lahar dingin dan banjir bandang (galodo).

“Dari tujuh jembatan bailey yang dikerjakan TNI Angkatan Darat, lima di antaranya sudah terpasang dan dapat dilalui oleh pengendara. Jembatan tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua hingga roda enam dengan beban maksimal 10-40 ton sesuai ruas jembatan,” kata Dandim 0307 Tanah Datar, Letkol Inf. Agus Priyo Pujo Sumedi, Rabu (5/6/2024).

Pujo menjelaskan, lima jembatan tersebut adalah Jembatan Rona Taluak di Nagari Sungai Jambu, Jembatan Tigo Niniak di Nagari Parambahan, Jembatan Silaki 1 di Nagari Baringin, serta Jembatan Tanjung Pintu Rangkuangan dan Jembatan Bawah Kubang di Nagari Koto Laweh.

“Untuk dua titik lainnya, yaitu Jembatan Katiagan dan Jembatan Taweh di Nagari Paninjauan, masih dalam tahap pengerjaan. Saat ini, tim bersama warga sedang melaksanakan penyiapan pondasi jembatan bailey dan melansir materiil bailey ke lokasi,” terangnya.

Baca Juga  42 RTLH akan Direhab, Baznas Tanah Datar Siapkan Dana Rp1,1 Miliar

Sementara itu, Kabid Bina Marga Refdizalis mengatakan selain lima jembatan bailey yang dikerjakan oleh TNI AD, satu jembatan darurat di Panti Rambatan juga telah dipasang.

“Jembatan Panti Rambatan, yang merupakan ruas jalan menuju Ombilin, juga sudah terpasang satu jembatan darurat jenis acrows. Jembatan ini sudah bisa dilewati sejak Senin (3/6/2024) lalu. Jembatan ini merupakan bantuan dari PU Provinsi,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, banjir lahar dingin dan galodo yang melanda Kabupaten Tanah Datar pada Sabtu (11/5/2024) lalu mengakibatkan 23 unit jembatan di enam kecamatan terputus. Sementara itu, tiga unit mengalami kerusakan berat dan sepuluh unit mengalami kerusakan ringan.

Baca Juga  Wabup Tinjau Lokasi Pemindahan SDN 11 Kandang Malabuang

Sejumlah jembatan telah dibangun secara swadaya oleh masyarakat bersama pemerintah setempat untuk memulihkan akses yang menghubungkan dua daerah tersebut. (farid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *