Ribuan Mahasiswa UIN Sjech Djamil Djambek Beraksi, Ini Penyebabnya

Resah dengan SE Rektor, Ribuan Mahasiswa UIN Sjech Djamil Djambek Beraksi
Mahasiswa UIN Sjech Djamil Djambek Bukittinggi demo rektor.

Bukittinggi, Kurenah.com – Ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi gelar aksi demo di depan gedung rektorat kampus pada Kamis, 8 Juni 2023.

Lebih dari 2000 mahasiswa dari berbagai fakultas ikut serta dalam aksi tersebut.

Aksi demo dimulai pukul 14.00 dan berakhir pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, para mahasiswa berkumpul di depan perpustakaan sebelum menuju gedung rektorat. Cuaca yang cerah semakin membangkitkan semangat demonstran.

Namun, mahasiswa merasa kecewa karena tidak dapat bertemu dengan Rektor Prof. Dr. Ridha Ahida M. Hum., yang sedang berada di luar daerah. Meskipun begitu, mahasiswa tetap menyampaikan aspirasinya terkait aksi demo yang mereka lakukan.

Keresahan mahasiswa disebabkan oleh surat edaran Rektor Nomor: B-2072/In. 26/PP.04/05/2023. Surat tersebut mengancam mahasiswa yang belum memindahkan fasilitas kesehatan (faskes) tidak diperkenankan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dapat gagal melaksanakan KKN pada tahun 2023.

Baca Juga  Kernet Angkot Itu Sukses Sabet Gelar Profesor di Universitas Padjajaran

Ini juga berdampak terhadap pencairan beasiswa KIP semester ganjil tahun 2023.

Mahasiswa menuntut tarif dan kemudahan dalam penggunaan fasilitas kampus UIN SMDD Bukittinggi. Mereka merasa fasilitas yang disediakan oleh kampus tidak memadai, termasuk akses jalan masuk, parkiran, keamanan kampus, dan sarana prasarana yang kurang mendukung.

Selain itu, kurangnya tenaga pendidik dan kurikulum yang tidak berkesinambungan menjadi masalah dalam proses perkuliahan.

Setelah pertemuan dengan tiga wakil rektor, suasana aksi demo dapat diredam. Wakil rektor I, II, dan III menyatakan akan meninjau kembali isu-isu yang disampaikan mahasiswa, seperti dosen yang melaksanakan kelas malam dan pada hari Minggu, serta pemindahan fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Gunung Marapi Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi Satu Kilometer

Presiden mahasiswa memberikan tenggang waktu satu minggu bagi pihak kampus untuk menindaklanjuti tuntutan tersebut. Jika janji tidak dipenuhi, mahasiswa mengancam akan mengulangi aksi demo serupa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *