Pemkab Solok Selatan Jalankan Lagi Program Satu Keluarga Satu Sapi, Ini Harapan Bupati

Pemkab Solsel Jalankan Lagi Program Satu Keluarga Satu Sapi, Ini Harapan Bupati
Bupati Solok Selatan, Khairunas saat pembukaan bimbingan teknis manajemen pengelolaan ternak sapi bagi kelompok penerima bantuan suka sapi, Selasa (29/8/2023).

Padang Aro, Kurenah.com – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan melaksanakan kembali program Satu Keluarga Satu Sapi alias Suka Sapi.

Rencananya tahun ini sebanyak 450 ekor sapi akan diberikan kepada 22 kelompok tani yang ada di Solok Selatan.

Bupati Solok Selatan, Khairunas mengatakan sayangnya dari evaluasi program yang sama tahun sebelumnya, masih ditemukan beberapa kendala yang ditemui berdasarkan laporan panyuluh maupun dinas pertanian.

Beberapa kendala diantaranya minimnya komitmen kelompok untuk menjalankan program suka sapi ini. Lalu kurangnya pengalaman dan pengetahuan kelompok dalam manajemen pengelolaan ternak sapi, kata Khairunas dalam pembukaan Bimbingan Teknis Manajemen Pengelolaan Ternak Sapi Bagi Kelompok Penerima Bantuan Kegiatan Suka Sapi, Selasa (29/8/2023).

Kendala lainnya yakni sapi yang dikelola secara komunal dianggap kepunyaan pribadi sehingga tidak mematuhi aturan kelompok. Lalu tidak mengerti manajemen kandang yang sesuai standar dan terakhir prosedur penjualan, pengadaan, pelaporan dan pertanggungjawaban yang tidak dipahami.

Baca Juga  Apresiasi Kerja ASN, Bupati Serahkan Penghargaan pada OPD Terbaik

Khairunas menilai perlu dilakukan pemberian pengetahuan pada seluruh penerima program ini, sehingga tidak saja program pemerintah ini bisa berjalan, namun juga dapat dikelola dan dikembangkan sehingga dapat memperbaiki perekonomian penerimanya.

Bupati juga meminta kepada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan untuk mencatat semua kendala dan permasalahan sebelumnya dan mencari jalan keluar lainnya agar kondisi yang sama tidak akan terjadi lagi.

Kepala Bidang Produksi dan Teknologi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, Efdal Kavri mengatakan dalam pengelolaan hewan sapi, perlu disesuaikan cara perawatannya dengan jenis sapi yang dimiliki.

Disamping itu, para peternak sapi juga disarankan untuk memiliki asuransi sapi sehingga jika terjadi masalah bisa dicover dengan asuransi tersebut.

“Asuransi jangan lupa karena kalau terjadi sesuatu bisa dicover asuransi. Dalam hal pemeliharaan dan pembinaan juga harus selalu dipantau,” ungkapnya.

Baca Juga  Tuntas! Seluruh Pelajar Baru di Solsel Sudah Terima Seragam Gratis

Adapun bimtek ini ditujukan untuk menyamakan persepsi dalam beternak sapi dan menambah wawasan peserta dalam manajemen sapi.

Peserta dari bimtek ini berasal dari camat, wali nagari, koordinator balai penyuluhan, dan juga pengurus kelompok tani penerima bantuan. Selain itu juga menghadirkan tenaga medis dan paramedis hewan. (alwis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *