Rahmat Gino, Jadi Pembicara Kongres Warisan Budaya Internasional dan Interdisipliner di Chile

Rahmat Gino, Jadi Pembicara di Kongres Warisan Budaya Internasional dan Interdisipliner di Chile
Rahmat Gino bersama Wako Sawahlunto, Deri Asta saat berkunjung ke China beberapa waktu yang lalu.

Sawahlunto, Kurenah.com – Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimtan LH Kota Sawahlunto, Rahmat Gino Sea Games, diminta oleh Pemerintah Republik Chile membagikan pengalaman bagaimana perjalanan proses nominasi kota Sawahlunto jadi warisan dunia, dan pengelolaan setelah ditetapkan oleh badan PBB UNESCO.

Menurut Gino, Kongres Warisan Budaya Internasional dan Interdisipliner IV ini mengambil tema “Warisan industri, pembangunan sosial dan tantangan untuk pemerintahan baru” , diadakan pada 16-20 Oktober 2023, bertempat di Gedung Pemerintah Daerah Biobío, Concepción, Republik Chile.

Gubernur Pemerintah Daerah Biobío, Concepción, Republik Chile mengundang 21 pembicara internasional dan 12 pembicara nasional. Dari 21 pembicara internasional, 3 orang dari Asia yakni India, Nepal, dan Indonesia, pembicara lainnya dari wilayah Eropa, dan Amerika.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Republik Chile dalam rangka untuk mengsukseskan penominasian situs kota tambang batubara Lota di daerah Bio Bio sebagai situs warisan budaya dunia UNESCO yang telah dimasukkan dalam daftar sementara (https://whc.unesco.org/en/tentativelists/6498/ ) tahun 2021 .

Pembicara Indonesia diamanahkan kepada Rahmat Gino Sea Games dari Kota Sawahlunto, dengan pengalamannya yang telah sukses membawa Warisan Tambang Ombilin Sawahlunto ke pentas dunia melalui pengakuan UNESCO sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (https://whc.unesco.org/en/list/1610).

Baca Juga  100 Petani Sawahlunto Dikirim ke Penas Tani untuk Mengali Ilmu

Gino yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DisperkimtanLH Kota Sawahlunto, diminta membagikan pengalaman bagaimana perjalanan proses nominasi warisan dunia, dan pengelolaan setelah ditetapkan oleh badan PBB.

Kongres dalam versi keempat akan merefleksikan warisan industri yang dipahami dalam konteks global, menekankan perspektif dari bidang kekuasaan dan masyarakat belahan bumi utara dan selatan.

Materi yang akan dibahas oleh 23 pembicara kongres ini adalah :

  1. Perspektif historis, teoritis dan memori warisan industri.
  2. Tata kelola lokal dan global, konflik dan respons terhadap penurunan dan penutupan industri.
  3. Proposal dan proyek warisan dalam konteks pasca-industri.
  4. Pengelolaan budaya, pendidikan dan wisata dengan perspektif kritis Warisan.
  5. Arsip, museum dan kurator dengan perspektif masa depan.
  6. Refleksi kritis dekolonial atas instrumen deklaratif, proposal baru.
  7. Pariwisata kritis situs warisan dunia .

Kongres ini dibiayai penuh oleh Pemerintah Daerah Biobío dengan uang Negara Republik Chile.

Adapun agenda tiga hari tersebut, dua hari pertama didedikasikan untuk presentasi dan diskusi, satu hari lainnya untuk kunjungan lapangan ke situs warisan industri di Lota, Tomé dan XX. Situs web untuk kongres dapat dikunjungi melalui link https://nudisur.org/congreso.

Baca Juga  Geopark Sumbar Perlu Dikembangkan, Ini Dukungan dari Gubernur

“Dengan adanya kesempatan Internasional ini tentunya kita berharap dan akan berupaya mencari peluang penting dalam kongres untuk dukungan kegiatan bagi Sawahlunto dari berbagai lembaga dan ahli dunia yang akan berkumpul Oktober mendatang” ungkap Gino kepada Rakyatterkini.com.

Walikota Sawahlunto, Deri Asta secara terpisah mengungkapkan apresiasi dan dukungannya kepada Rahmat Gino.

“Kita sudah siapkan semua kelengkapan dokumen keberangkatannya, dan kita juga berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Gino untuk Sawahlunto ” ujarnya. (ris1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *