M.Idrus: Pemilu yang Bersih Melahirkan Pemimpin Jujur

Pemilu yang Bersih Melahirkan Pemimpin Jujur
M.Idrus, tokoh masyarakat Tanah Datar.

Tanah Datar, Kurenah.com – Pemilu adalah sarana bagi rakyat untuk memilih, menyatakan pendapat melalui suara, berpartisipasi sebagai bagian penting dari negara sehingga turut serta dalam menentukan haluan negara.

Itu disampaikan tokoh masyarakat kabupaten Tanah Datar dan juga pengamat poltik M.Idrus, Sabtu (23/9/2023).

Berdasarkan hak-hak tersebut nasib bangsa dan negara ditentukan, salah satunya adalah dengan berpartisipasi aktif menggunakan hak suara. Dalam PKPU tertulis prinsip dalam Pemilu adalah mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif, dan efisiensi.

Pada saat memasuki masa-masa Pemilu, para elite politik berlomba untuk mendapatkan simpati masyarakat dengan cara apapun, salah satunya dengan politik uang.

Politik uang memiliki potensi yang bisa merugikan negara, karena ada kecenderungan jika sudah berhasil memenangkan suara akan ada upaya untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan sebelumnya.

Baca Juga  Luar Biasa, Piala Adipura Diarak dengan Mobil Bak Terbuka hingga Kota Batusangkar

Ini dapat menjurus pada tindakan korupsi. Politik uang sangat merugikan bagi kemajuan bangsa dalam sistem demokrasi di Indonesia.

M.Idrus menjelaskan menciptakan pemilu yang bersih sangat dibutuhkan pemahaman masyarakat akan bahaya politik uang itu, dimana masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan masa depan negaranya.

Akan tetapi, masyarakat juga tidak boleh golput. Sebab, itu hanya akan menguntungkan bagi calon yang tidak kredible. Karena biasanya, perilaku golput dilakukan orang yang kritis yang memandang tidak ada calon yang kredibel. Padahal golput akan memberikan peluang orang yang kurang kompeten untuk memenangkan pertandingan.

Sebagai masyarakat yang cerdas kita harus mampu menilai calon yang terbaik yang sekiranya mampu, dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat agar pembangunan yang akan dilakukan sesuai dengan keinginan masyarakat dan tidak memilih calon yang hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya saja.

Baca Juga  Ingin Selamat Dunia Akhirat? Baca dan Amalkan Alquran

“Kita jangan sampai menyia-nyiakan hak suara hanya untuk iming-iming sementara. Kita harus memberikan suara kepada calon yang tepat. Karena pemimpin adalah cerminan dari rakyatnya,” ujar Idrus. (farid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *