Ngaku Bupati Solok, OTK Kelabui Kepala Ombudsman Sumbar

Bupati Solok, Epyardi Asda, saat menerima penghargaan dari kepala Ombudsman
Bupati Solok, Epyardi Asda, saat menerima penghargaan dari kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar.

Solok, Kurenah.com – Disaat sedang ngencarnya membangun Kabupaten Solok, Bupati Epyardi Asda justru ‘dinodai’ oknum tak bertanggungjawab, dengan berupaya melemahkan kepemimpinan.

Baru-baru ini Kepala Ombusdman RI Perwakilan Sumatera Barat Yefri Heriani dihubungi orang tak dikenal (OTK) dengan mengatasnamakan Bupati Solok, Epyardi Asda.

Yefri Heriani, Kamis (9/3/2023) mengungkapkan ia dihubungi oleh orang tidak dikenal yang mengaku sebagai ajudan Bupati Solok, bersama satu teman lainnya yang malah dengan berani juga mengaku dan berkomunikasi lewat telepon seluler sebagai Bupati Solok.

“Kami Ombudsman Perwakilan Sumbar dihubungi oleh orang tidak dikenal yang menyatakan dirinya adalah ajudan Bupati Solok. Kemudian orang ini selanjutnya meminta nomor kepala perwakilan karena bupati akan bicara terkait kegiatan kemaren di Kabupaten Solok,” tutur Yefri.

Kemudian nomor diberikan dan orang yang mengaku ajudan itu selanjutnya menghubungi dan menyerahkan komunikasi kepada orang yang juga mengaku Bupati Solok itu.

“Orang yangg mengaku Bupati Solok itu mengatakan “Ombudsman mau dibantu apa?. Dan saat itu saya balik tanya kepada yang bersangkutan “apa maksud mau dibantu apa?, namun sambungan telepon langsung diputus, “ujar Yefri.

Kepala Ombudsman RI perwakilan Sumbar itu mengungkapkan nomor yang menghubunginya saat itu yaitu adalah 081329543972, dalam percakapan itu pelaku mengaku bernama Yudi, ungkap Yefri.

Baca Juga  Kantor Afdeling Kebun TGP PTPN2 Dibakar OTK

Menanggapi kejadian yang menimpa kepala Ombudsman, Bupati Solok, Epyardi Asda kaget dan menurutnya sangat miris sekali.

Untuk itu bupati meminta setiap orang agar berhati-hati dengan orang yang tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan dirinya.

Menurutnya kejadian itu sedikit berbeda dengan modus penipuan yang sering terjadi, karena ini lebih ke arah politis, mereka ingin menjebak Ombudsman perwakilan Sumbar. Sepertinya ingin coba-coba melakukan pemakzulan terhadap pemerintahan yang saya pimpin sekarang. Namun saya sudah tahu siapa yang melakukannya. Paling itu ke itu saja, sebut Epyardi Asda.

Dikatakan, ini masih dilakukan oleh orang-orang yang dengan setia masih merawat hal yang kurang baik dalam hatinya, mereka tidak ingin Kabupaten Solok ini maju. Mereka yang belum ingin menerima kenyataan Kabupaten Solok saat ini mulai bangkit, yang kenyataannya jauh semakin membaik dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh Bupati Solok bersama Solok Super Tim (SST), kata Epyardi Asda.

Epyardi Asda berpesan serta berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok, dan juga kepada seluruh instansi terkait, baik pemerintahan, pihak swasta dan siapapun untuk berhati-hati dengan seluruh informasi yang didapat, jangan diterima begitu saja karena saat sekarang ini sudah mendekati tahun politik 2024, tentu semakin banyak orang-orang yang akan terus menyebarkan informasi yang tidak baik, bahkan tidak akan segan-segan menjatuhkankan orang dengan memakai namanya.

Baca Juga  Pendamping Desa dan TPP Tanam Mangrove di Konservasi Penyu Ampiang Parak

Diceritakan, sebelum kejadian Ombusman Sumbar ini, ia juga pernah dihubungi oleh calon investor bernama Mr. Lim. Dimana selang satu hari dia bertemu, calon investor ini mengaku juga dihubungi orang yang mengaku orang dekat Bupati Solok dan coba meminta sesuatu dengan mengatasnamakan bupati.

“Untung saja investor ini tidak termakan umpan dan segera menghubungi saya, sehingga tidak sempat terjadi apapun,” tutup Epyardi Asda. (dd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *