Agam  

Festival Layang-layang Meriahkan Peringati 115 Tahun Perang Manggopoh

Festival Layang-layang Meriahkan Peringati 115 Tahun Perang Manggopoh
Bupati Agam, Andri Warman. pada festival layang-layang.

Manggopoh, Kurenah.com — Festival layang-layang 2023 yang digelar masyarakat Manggopoh, dalam rangkaian peringatan 115 tahun Perang Manggopoh di Sawah Tangah, Jorong Sago, Manggopoh, Minggu, (4/6/2023) berjalan sukses.

Terlihat tingginya respon para peserta yang berdatangan dari berbagai wilayah di kabupaten Agam, termasuk dari daerah tetangga Padang Pariaman dan Pasaman Barat, warga setempat juga sangat luar biasa.

Bupati Agam Dr.Andri warman yang membuka festival ikut merasa bangga, dan berharap kegiatan itu menjadi agenda rutin sebagai event wisata tradisi di Nagari Manggopoh.

Bupati Agam sendiri bersama beberapa tokoh masyarakat, diantaranya Jufri Nur, SE,MM, ketua YTM, Joni Putra Dt.Bintaro Hitam, ketua fraksi Golkar DPRD Agam, Ridwan Dt.Tumbijo, Wali Nagari Manggopoh, N.Dt.Ganto Suaro, ninik mamak Manggopoh dan tokoh masyarakat lainnya, ikut melepas layangan, tanda dimulainya festival tersebut.

Menurut Ridwan Dt.Tumbijo, Walinagari Manggopoh, festival layang-layang 2023 yang digelar menjadi salah satu ikon penting yang diusung panitia peringatan HUT ke-115 Perang Manggopoh.

Baca Juga  Ny Yenni Andri Warman Urus SKCK di Polres Agam

Sebab, akan menghadirkan ribuan warga sekaligus menjadi ajang kreativitas warga dalam menampilkan layang-layang terbaiknya.

Walinagari Manggopoh itu sangat berterimakasih atas kerja keras panitia dan dukungan besar yang diberikan para tokoh masyarakat dan ninik mamak Nagari Manggopoh, sehingga event yang berjalan sukses.

“Alhamdulillah ivent yang digelar berjalan sukses dan lancar, kita berharap, festival layang-layang menjadi event wisata tradisi yang digelar rutin setiap tahun, “ucapnya.

Demikian hal senada dikatakan Bupati Agam Dr.Andri warman, festival layang-layang yang digelar warga Manggopoh itu menjadi potensi baru dalam kegiatan wisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

Hal itu disebutkan Bupati, karena festival yang digelar melibatkan banyak peserta dan dikunjungi banyak penonton, akan membuka peluang ekonomi tersendiri di berbagai aspek, termasuk dalam konteks kreativitas dan seni.

“Kami berharap, festival ini menjadi agenda rutin wisata tradisi dan dikemas lebih apik dan kreatif sehingga memberi dampak ganda, tidak hanya bagi warga, tapi juga berpotensi mendorong tingginya minat wisatawan untuk mengunjungi kabupaten Agam, “sebut Andri warman.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unand Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Alami di Nagari Malalak Barat

Bupati Agam itu juga mengaku bangga, festival layang-layang yang digelar, selain sebagai wujud tingginya perhatian dan kepedulian warga terhadap peringatan Perang Manggopoh ke-115.

Ivent yang digelar juga menarik perhatian turis asing yang sengaja datang menyaksikan acara yang unik dan diminati itu. (vn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *