Sedekah Bumi, Wujud Pluralisme dan Berkah Pertanian di Solsel

Sedekah Bumi, Wujud Pluralisme dan Berkah Pertanian di Solsel
Puncak acara sedekah bumi ke-78 di aula Bukit Malintang, Senin (12/6/2023).

Padang Aro, Kurenah.com – Sedekah bumi, pluralisme di Solok Selatan menjadikan daerah ini kaya akan adat yang dijalankan oleh masyarakatnya.

Pun begitu, masyarakat tetap hidup bergandengan tangan dan saling membantu tolong-menolong dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat ini juga tak luput dari pelaksanaan Sedekah Bumi yang dilaksanakan oleh masyarakat Jawa di tiga jorong, yakni Bukit Malintang, Bukit Malintang Barat, dan Bukit Malintang Utara, Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir. Tak hanya masyarakat Jawa, namun pelaksanaan kegiatan tahunan ini juga diikuti oleh masyarakat asli Solok Selatan.

Bupati Solok Selatan, Khairunas mengatakan pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan penerapan Bhineka Tunggal Ika yang baik di Solok Selatan.

“Walaupun di Kabupaten Solok Selatan mayoritas masyarakat Minangkabau, namun keberlangsungan aktivitas budaya lain, dalam hal ini budaya masyarakat Jawa tidak terhambat,” kata Khairunas pada puncak acara Sedekah Bumi ke-78 di Aula Bukit Malintang, Senin (12/6/2023).

Baca Juga  Terkendala Silon, PDI P Terlambat Mendaftarkan Bacalegnya

Di samping itu, kegiatan ini juga dinilai sebagai bentuk syukur atas berlimpahnya sumber daya di Solok Selatan yang menjadikan masyarakat kabupaten ini mayoritas bekerja sebagai petani. Ini sekaligus menjadikan sektor ini sebagai sektor terbesar yang berkontribusi pada perekonomian Solok Selatan.

Dalam kesempatan ini Bupati berpesan agar seluruh masyarakat yang hidup dengan pertanian terus meningkatkan pengetahuannya, terutama di bidang teknologi pertanian.

Ketua DPRD Solok Selatan Zigo Rolanda turut mengapresiasi pelaksanaan Sedekah Bumi di Solok Selatan.

“Sudah 78 tahun penyelenggaraan Sedekah Bumi di Bukik Malintang, maka perlu terus dilestarikan. Melalui kegiatan ini, kita hendaknya terus bersyukur atas hasil bumi yang diperoleh. Mari doakan kami, Pemerintah Daerah untuk selalu diberikan kesehatan pikiran, akal serta kekompakan dalam menjalani pemerintahan,” kata Zigo pada kesempatan yang sama.

Baca Juga  47 Tahun di Buluh Kasok, Bupati Khairunas akan Bangun Daerah Pelosok Itu

Sedekah Bumi ini dilaksanakan dengan menghadirkan berbagai kesenian khas masyarakat Jawa, mulai dari kuda kepang, campur sari, hingga kesenian wayang. (alwis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *