Touring ke Malalak, Ayo Kunjungi Kedai Kopi Tungkuik Putuih Basambuang

Touring ke Malalak, Ayo Kunjungi Kedai Kopi Tungkuik Putuih Basambuang
Kopi tungkuik dengan pemandangan lembah Malalak yang menyejukkan. |muhammad yusuf/dok.pribadi.

KURENAH.COM – Malalak sebagai daerah yang dingin karena kontur perbukitan yang dimilikinya menjadikannya salah satu tempat yang bagus untuk dikunjungi ketika liburan atau ketika hanya ingin melepas penat dan stress.

Malalak memiliki nuansa alam yang tidak terjamah karena daerah tersebut masih dikategorikan sebagai daerah rawan longsor. Sehingga pemerintah pun membatasi aksi masyarakat dalam mengolah lahannya demi menghindari kemungkinan terjadinya longsor.

Malalak akan menjadi tempat yang sangat indah ketika siang hari, namun akan menjadi mencekam ketika sore dan malam. Pasalnya kabut yang turun membatasi jarak pandangan dan juga membuat suasana menjadi seolah-olah berada di dimensi lain.

Salah satu tempat kuliner yang bisa dijadikan tempat untuk dituju ke Malalak adalah sebuah kedai Kopi Tungkuik Putuih Basambuang. Di mana kedai kopi tersebut berada tepat di tepi tebing, sehingga memberikan pemandangan lembah Malalak yang indah dan juga menyejukkan.

Kedai tersebut buka mulai dari jam 9 hingga sampai jam 10 malam. Selain menyediakan kopi tungkuik, di kedai tersebut juga menyediakan ampera, gorengan, aneka olahan mie, dan berbagai olahan minuman lainnya.

Lokasi tersebut selalu ramai karena tempat tersebut berada di jalur alternatif Padang-Bukittinggi. Untuk mengakses kedai kopi tersebut, kita dapat mengambil jalur via Sicincin (dari Padang) dan Padang Lua (dari Bukittinggi).

Baca Juga  Proyek Tol Padang-Sicincin, Optimisme Menyala di Tengah Kemajuan Zaman

Karena tempat tersebut memiliki akses jalan yang bagus, maka tidak jarang apabila kedai kopi tungkuik tersebut selalu ramai oleh pengunjung dan bahkan rombongan rombongan klub mobil dan motor yang sedang melakukan touring.

Kopi tungkuik khas resto ini dibuat dengan menggunakan biji kopi utuh yang telah dikeringkan kemudian ditambah susu dan gula dengan tambahan ketan pulut yang dipercaya membawa khasiat baik bagi tubuh, ucap pemilik kedai Safniwar.

Perpaduan antara rasa pahit, asam, dan manis memberikan kombinasi yang lembut di lidah. Ditambah dengan cuaca Malalak yang dingin membuat kopi tungkuik menjadi teman makan goreng dan ketan yang nikmat.

Seperti namanya Kopi tungkuik ini disajikan dengan cara tatungkuik (terbalik), dimana hal ini menjadi sebuah keunikan dalam dunia perkopian. Cara meminumnya juga bisa dibilang unik, kita akan dihidangkan segelas kopi yang dibalik di atas cawan, kemudian pelayan resto pun memberikan sebuah sedotan.

Jika kita asal mengangkat dan coba membalikkan nya, yang ada hanyalah kopi tersebut akan tumpah, dan meskipun berhasil dibalikkan namanya sudah bukan kopi tungkuik lagi. Sedotan yang diberikan bukan lah untuk diselipkan melalui sela sela kopi, sedotan tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk meniup kopi tersebut.

Baca Juga  Tujuh Amalan yang Menemani Manusia hingga Shiratal Mustaqim, Simak di Sini

Apabila kopi tersebut ditiup, gelembung yang dihasilkan dari tiupan tersebut akan memaksa kopi tersebut untuk keluar sendiri dari sela-sela nya. Hal tersebut dilakukan agar ampas kopi tidak ikut keluar seperti ketika kita memutuskan untuk mengangkat atau membalikkan gelasnya.

Teruntuk harga segelas kopi tungkuik dapat dibilang terjangkau, kisaran 12 ribu sudah bisa menikmati nuansa sejuk lembah Malalak, ditemani satu cupPop Mie dan juga gorengan yang membuat suasana ngopi menjadi lebih menarik. (penulis muhammad yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *