BPBD Pessel adakan Semiloka, Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

BPBD Pessel adakan Semiloka, Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat
Semiloka BPBD Pessel.

Painan, Kurenah.com – BPBD Pesisir Selatan menggelar Semiloka Dokumen Rencana Kontigensi, sebagai sarana uji publik.  Melalui kegiatan ini organisasi pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan masukan terhadap dokumen dimaksud.

Sekretaris Daerah Pesisir Selatan, Mawardi Roska mengatakan, semilokasi kontigensi ini berlangsung sehari, Selasa (8/8/2023) pagi hingga siang ini, bertepat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan.

Semiloka Dokumen Rencana Kontigensi merupakan program Proyek Prakarsa Ketangguhan Bencana Indonesia (Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project, IDRIP) yang bertujuan meningkatkan kesiapsigaan masyarakat melalui upaya mitigasi, kesiapsiagaan dan peringatan duni menghadapi gempa bumi dan stunami.

BPNB Samatera Barat melaksanakan Finalisasi Rencana Kontigensi (Rekon) Bencana Gempa Bumi dan Stunami di Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2023, pada Kamis (22/6) lalu.

Baca Juga  Hujan Lebat Sejak Kamis Malam, SMKN 1 Sutera Direndam Banjir

Pada workshop itu, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Republik Indonesia, Pangarso Suryatomo melalui Analis Kebencanaan Ahli Muda, Ardhy Abetriawan, menekankan perlunya regulasi kebencanaan dan langkah-langkah antisipasi sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan ketangguhan bangsa menghadapi bencana. Mengingat, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi terjadi bencana sehingga pantas menjadi perhatian.

Dikatakan, melalui Semiloka Dokumen Kontigensi ini diharapkan akan dapat mendorong stakeholder di daerah  berupaya membuat Peraturan Bupati sebagai regulasi di daerah.

Sekda Mawardi Roska, SIP meminta kepada seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan sunguh-sujgguh, memahami materi yang diberikan oleh narasumber dengan baik, sehingga dapat melakukan edukasi lebih baik kepada masyarakat.

“Analogi rencana kontigensi ini sama seperti membuat adonanan kue, enak dan bercita rasa,” ucapnya, saat itu.

Baca Juga  Penanganan Longsor di Tabek Tinggi, Ini Instruksi Wali Nagari Koto Taratak

Seperti disiratkan dalam sebuah peribahasa, ‘kalau takut dilamun ombak jangan berumah di tepi pantai’.

Artinya, potensial bencana, gempa bumi dan stunami, kebakaran hutan dan banjir tidak boleh diambaikan, diperlukan kesiapan dan waspada. (baron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *