Baharuddin R Marah Besar kepada Bupati Pasbar karena Tak Mau Menemui Korban Gempa

Baharuddin R Marah Besar kepada Bupati Pasbar karena Tak Mau Menemui Korban Gempa
Anggota DPRD Pasaman Barat, Baharuddin R.

Simpang Empat, Kurenah.com – Anggota DPRD Pasaman Barat, H Baharuddin R marah besar kepada Bupati Pasaman Barat, H Hamsuardi yang seolah-olah tidak mau bertemu dengan masyarakat yang berunjukrasa ke kantor bupati sejak Senin (4/9/2023.

“Bupati seolah-olah tak ada respon dan perhatian terhadap masyarakat korban gempa Kajai yang berunjukrasa ke kantor bupati. Mereka telah datang sejak Senin (4/9/2023) ke kantor bupati untuk bertemu bupati. Mereka berdemo nginap tempat orang. Apakah sudah makan rakyatnya atau tidak. Bupati seolah-olah tak peduli,” tegas Baharuddin R, Selasa (5/9/2023) saat menyambangi pengunjukrasa yang menginap di Ruko yang belum siap di Jalan Jalur 32 Simpang Empat, Pasaman Barat.

Menurut Baharuddin, dirinya selaku anggota DPRD sangat prihatin, miris sekali, kecewa melihat kondisi masyarakat Kajai Pasaman Barat korban gempa yang belum menerima bantuan perbaikan rumah tersebut.

Mereka telah berkali-kali berunjukrasa ke kantor Bupati Pasaman Barat, tetapi tidak ada solusi oleh pemerintah daerah, padahal hampir dua tahun mereka jadi korban gempa tetapi bantuannya belum juga cair juga.

“Saya mengutuk keras sikap kepala daerah yang tidak punya respon kepada rakyatnya. Kasihan masyarakat yang berdemo, menuntut bantuan gempa yang bersumber dari dana pemerintah pusat itu, justru tidak mendapat perhatian dari bupatinya,” tukas Baharudin, mantan Bupati Pasaman Barat 2010-2015 ini.

Baca Juga  Pabrik Sawit Ditutup, Puluhan Karyawan Kehilangan Pekerjaan

Sebagai anggota DPRD dia hanya bisa menyuarakan aspirasi masyarakat, karena dia bukan unsur pimpinan DPRD jadi tidak memiliki kewenangan yang lebih untuk memanggil bupati ke DPRD.

Sementara Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi melalui Kepala Badan Kesbangpol Pasaman Barat, Devi Irawan kepada wartawan Senin (4/9/2023) menyebutkan, bupati bukan tidak mau bertemu dengan pengunjukrasa, tetapi bupati ada urusan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar pada Senin (4/9/2023) tersebut.

Menurut Devi Irawan, Bupati Hamsuardi siap menerima pengunjukrasa korban gempa Nagari Kajai pada Rabu besok (6/9/2023) di kantor bupati.

“Bapak bupati siap menerima pengunjukrasa yang akan menyampaikan aspirasinya, dengan cacatan tidak ada aksi demo atau pamflet, mari kita berdiskusi dengan Bapak Bupati Hamsuardi mencarikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi. Apalagi saat ini tim teknis sedang melakukan verifikasi di lapangan, ” kata Devi Irawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekitar 200 masyarakat Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, Sumatera Barat, Senin (4/9/2023) melakukan aksi damai di pelataran parkir mobil dinas kantor Bupati Pasaman Barat. Mereka bermalam di Simpang Empat. Mereka tidak akan pulang sebelum bertemu bupati.

Intinya mereka meminta segera mencairkan dana bantuan gempa yang sudah ada direkening warga sebesar Rp50 juta, karena selama ini rekeningnya diblokir bank.

Baca Juga  Kajari Pasaman Barat Naikkan Perkara Dugaan Korupsi di PDAM ke Tahap Penyidikan

Pengunjuk rasa yang dikoordinatori Mas Hendi meminta Bupati Pasaman Barat mencairkan dana gempa yang korban rusak berat. Seperti diketahui gempa yang terjadi di Nagari Kajai, Pasaman Barat pada 25 Februari 2022.

Kedatangan pengunjukrasa disambut oleh pengawalan pasukan Shabara Polres Pasaman Barat, Satpol PP, Kaban Kesbangpol Devi Irawan, Asisten III Raf’an, Kepala Dinas Kominfo Imter dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Pasaman Barat.

Pengunjukrasa tidak mau diterima kepala OPD, tetapi mereka ingin bertemu langsung menyampaikan aspirasi kepada bupati guna mencairkan dana bantuan gempa. (junir sikumbang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *